Makalah
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Oleh :
1.
Moh Faisol
2. Moh Khosim Arif
3. Uswatun Hasanah
UNEVERSITAS ISLAM MADURA SUMBER BUNGUR
Kecamatan PAKONG kabupaten PAMEKASAN
Tahun Akademik 2012-2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan
kehadiran Allah SWT, atas berkah, rahmat karunia dan anugerah yang luar biasa
dalam hidup penulis hingga detik ini. Dengan kemurahannya, maka penulis mampu
untuk menyelesaikan makalah yang berjudul “Manusia dan Tanggung jawab” dengan
sebaik-baiknya. Dalam makalah ini penulis ingin membahas dan menjelaskan
mengenai definisi tanggung jawab yang dimiliki setiap manusia dan tujuan serta
manfaatnya. Penulis juga mencantumkan beberapa saran dan pemecahan
masalah-masalahnya yang berkaitan dengan tanggung jawab manusia, serta
kesimpulannya. Dengan harapan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak
terutama bagi penulis. Dengan bekal ilmu yang didapat dibangku kuliah, penulis
ingin menjelaskan dan juga menggambarkan peranan penting sebuah tanggung jawab
yang dimiliki manusia.
Dalam proses pembuatan hingga
penyelesaian makalah ini, penulis sangat bersyukur, karena begitu banyak yang
membantu dan memberi dukungan moril maupun material untuk penulis, maka dengan
penuh rasa hormat, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada :
- Allah SWT. Atas segara kemudahan yang
diberikan .
- Bapak MOH MAWARDI, M.Si., dosen yang telah membantu penulis
dalam membuat makalah ini.
No body perfect, sama halnya dengan
makalah ini. Jika ada kata-kata maupun panulisan yang kurang dalam makalah ini
penulis mohon maaf, dan bagi semua pihak yang tidak sempat penulis sebutkan,
penulis mengucapkan banyak terima kasih.
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL....................................................................................................
KATA
PENGANTAR................................................................................................. ii
DAFTAR
ISI................................................................................................................. iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang............................................................................................. 1
1.2 Rumusan
Masalah........................................................................................ 3
1.3 Tujuan
Penulisan.......................................................................................... 3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Tanggung Jawab........................................................................ 4
2.2 Macam-Macam
Tanggung Jawab................................................................ 4
2.3 Hak dan
Kewajiban..................................................................................... 6
2.4
pengertian tentang kepribadian/pengorbanan.............................................. 7
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan.................................................................................................. 8
3.2 Saran............................................................................................................ 8
Daftar pustaka................................................................................................................ 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia
atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah
kebudayaan,
atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo
sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang
tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak
berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep
jiwa yang bervariasi
di mana, dalam agama,
dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk
hidup; dalam mitos,
mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi
kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya,
organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya,
dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk
dukungan satu sama lain serta pertolongan
Asal Mula Manusia menurut evolusi Hewan terdekat dengan
manusia yang masih bertahan hidup adalah simpanse; kedua terdekat adalah gorila dan ketiga adalah orang utan. Sangat penting untuk diingat,
namun, bahwa manusia hanya mempunyai persamaan populasi nenek moyang dengan
hewan ini dan tidak diturunkan langsung dari mereka. Ahli biologi telah
membandingkan serantaian pasangan dasar DNA antara manusia dan simpanse, dan
memperkirakan perbedaan genetik keseleruhan kurang dari 5% [2]. Telah diperkirakan bahwa garis
silsilah manusia bercabang dari simpanse sekitar 5 juta tahun lalu, dan dari
gorila sekitar 8 juta tahun lalu. Namun, laporan berita terbaru dari tengkorak
hominid berumur kira-kira 7 juta tahun sudah menunjukkan percabangan dari garis
silsilah kera, membuat gagasan kuat adanya percabangan awal silsilah tersebut.
- perluasan
rongga otak dan otak itu sendiri, yang umumnya
sekitar 1,400 cm³ dalam ukuran volumnya, dua kali lipat perluasan otak
simpanse dan gorila. Beberapa ahli antropologi, namun, mengatakan bahwa
alih-alih perluasan otak, penyusunan ulang struktur otak lebih berpengaruh
pada bertambahnya kecerdasan.
- pengurangan
gigi taring.
- penggerak
bipedal (dua kaki)
- perbaikan
laring / pangkal tenggorokan (yang
memungkinkan penghasilan bunyi kompleks atau dikenal sebagai bahasa vokal).
Bagaimana
gejala-gejala ini berhubungan, dengan cara apa mereka telah menyesuaikan diri,
dan apa peran mereka dalam evolusi organisasi sosial dan kebudayaan kompleks,
merupakan hal-hal penting dalam perdebatan yang berlangsung di antara para ahli
antropologi ragawi saat ini.
Selama
tahun 1990an, variasi dalam DNA mitochondria manusia diakui sebagai sumber
berharga untuk membangun ulang silsilah manusia dan untuk melacak
perpindahan manusia awal. Berdasarkan perhitungan-perhitungan ini, nenek moyang
terakhir yang serupa manusia modern diperkirakan hidup sekitar 150 milenium lalu, dan telah berkembang di luar
Africa kurang dari 100.000 tahun lalu. Australia dijelajahi relatif awal,
sekitar 70.000 tahun lalu, Eropa +/- 40.000 tahun lalu, dan Amerika pertama
didiami secara kasarnya 30.000 tahun lalu, serta kolonisasi kedua di sepanjang
Pasifik +/- 15.000 tahun lalu (lihat Perpindahan manusia).
Bagi kebanyakan manusia, kerohanian dan
agama memainkan peran utama dalam kehidupan mereka. Sering dalam konteks ini,
manusia tersebut dianggap sebagai "orang manusia" terdiri dari sebuah
tubuh, pikiran, dan juga sebuah roh atau jiwa
yang kadang memiliki arti lebih daripada tubuh itu sendiri dan bahkan kematian.
Seperti juga sering dikatakan bahwa jiwa (bukan otak ragawi) adalah letak
sebenarnya dari kesadaran (meski tak ada perdebatan bahwa otak memiliki
pengaruh penting terhadap kesadaran). Keberadaan jiwa manusia tak dibuktikan
ataupun ditegaskan; konsep tersebut disetujui oleh sebagian orang dan ditolak
oleh lainnya. Juga, yang menjadi perdebatan di antara organisasi agama adalah
mengenai benar/tidaknya hewan memiliki jiwa; beberapa percaya
mereka memilikinya, sementara lainnya percaya bahwa jiwa semata-mata hanya
milik manusia, serta ada juga yang percaya akan jiwa kelompok yang diadakan
oleh komunitas hewani dan bukanlah individu. Bagian ini akan merincikan
bagaimana manusia diartikan dalam istilah kerohanian, serta beberapa cara
bagaimana definisi ini dicerminkan melalui ritual dan agama
Manusia
di dalam hidupnya disamping sebagai makhluk Tuhan, makhluk individu, juga
merupakan makhluk sosial. Di mana dalam kehidupannya di bebani tanggung jawab,
mempunyai hak dan kewajiiban, dituntut pengabdian dan pengorbanan.
Tanggung
jawab itu sendiri merupakan sifat yang mendasar dalam diri manusia. Selaras
dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu
memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut
semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya
setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut
kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab
masing-masing individu berbeda.
Tanggung
jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Yang kami maksud
adalah perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam
mengarahkan sikap kita menuju hal positif. Nabi bersabda: "Mintalah
petunjuk pada hati (nurani)mu."
1.2 Rumusan Masalah
2. Bagaimana
pengertian dari tanggung jawab.?
3. Sebutkan
macam-macam tanggung jawab.?
4. Sebutkan
pengertian hak dan kewajiban.?
1.3 Tujuan Penulisan
- Untuk
memenuhi tugas dari dosen
- Untuk
mengetahui macam-macam tanggung jawab
- Untkuk
mempengaruhi mahasiswa supaya berprilaku tanggung jawab
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung
jawab menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah keadaan wajib menanggung
segala sesuatunya.Tanggung jawab timbul karena telah diterima wewenang.
Tanggung jawab juga membentuk hubungan tertentu antara pemberi wewenang dan
penerima wewenang. Jadi tanggung jawab seimbang dengan wewenang.
Sedangkan
menurut WJS. Poerwodarminto, tanggung jawab adalah sesuatu yang menjadi kewajiban
(keharusan) untuk dilaksanakan, dibalas dan sebagainya. Dengan demikian kalau
terjadi sesuatu maka seseorang yang dibebani tanggung jawab wajib menanggung
segala sesuatunya. Oleh karena itu manusia yang bertanggung jawab adalah
manisia yang dapat menyatakan diri sendiri bahwa tindakannya itu baik dalam
arti menurut norma umum, sebab baik menurut seseorang belum tentu baik menurut
pendapat orang lain.
Dengan
kata lain, tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga
berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
2.2
Macam-Macam Tanggung Jawab
a.
Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri
manusia
diciptakan oleh Tuhan mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar
manusia dalam hidupnya mempunyai “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu
maka manusia tersebut atas namanya sendiri dibebani tanggung jawab. Sebab
apabila tidak ada tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannnya
tidak terkontrol lagi. Intinya dari masing-masing individu dituntut adanya
tanggung jawab untuk melangsungkan hidupnya di dunia sebagai makhluk Tuhan.
Contoh:
Manusia mencari makan, tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap
dirinya sendirmi agar dapat melangsungkan hidupnya.
b.
Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga
merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri atas ayah-ibu, anak-anak, dan juga
orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib
bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab itu menyangkut nama baik
keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan,
pendidikan, dan kehidupan. Untuk memenuhi tanggung jawab dalam keluarga kadang-kadang
diperlukan pengorbanan.
Contoh:
Seorang ayah rela bekerja membanting tulang demi memenuhi tanggung jawabnya
sebagai kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
c.
Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada
hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan
kedudukanya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia
harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian
manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung
jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsunggkan hidupnya
dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya
harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Contoh:
Seseorang yang menyediakan rumahnya sebagai tempat pelacuran pada lingkungan
masyarakat yang baik-baik, apapun alasannya tindakan ini termasuk tidak
bertanggung jawab terhadap masyarakat, karena secara moral psikologis akan
merusak masa depan generasi penerusnya di lingkungan masyarakat tersebut.
d.
Tanggung jawab terhadap Bangsa / Negara
Suatu
kenyataan lagi bahwa setiap manusia, setiap individu adalah warga negara suatu
negara. Dalam berfikir, berbuat, bertindak, bertingkahlaku manusia terikat oleh
norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak bisa
berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus
bertanggung jawabkan kepada negara.
Contoh:
Dalam novel jalan tak ada ujung karya Muchtar Lubis, guru Isa yang terkenal
guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya.
Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggung jawabkan kepada pemerintah.
Kalau perbuatan itu di ketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan
pengadilan.
e.
Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan
menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawabmelainkan untuk
mengisi kehidupannya. Manusia mempunyai tanggung jawab langsung kepada Tuhan.
Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang
dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran
dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan
peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan, maka Tuhan akan
melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti
mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap
Tuhan sebagai Penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia
perlu pengorbanan.
Contoh:
Seorang biarawati dengan ikhlas tidak menikah selama hidupnya karena dituntut
tanggung jawabnya terhadap Tuhan sesuai dengan hukum-hukum yang ada pada
agamanya, hal ini dilakukan agar ia dapat sepenuhnya mengabdikan diri kepada
Tuhan demi rasa tanggung jawabnya. Dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya ini
ia berkorban tidak memenuhi kodrat manusia pada umumya yang seharusnya
meneruskan keturunannya, yang sebetulnya juga merupakan sebagian tanggung jawabnya
sebagai makhluk Tuhan.
2.3 Hak dan Kewajiban
a.
pengertian hak
Menurut
Austin Fagothey, hak adalah wewenang moral untuk mengerjakan, meninggalkan,
memiliki, mempergunakan atau menuntut sesuatu.
Hak
merupakan panggilan kepada kemauan orang lain dengan perantaraan akalnya,
perlawanan dengan kekuasaan atau keuatan fisik.
Adanya
hak adalah karena kewajiban kita mencapai tujuan akhir dengan hidup sesuai
dengan hukum moral. Untuk menjalankan kewajiban tersebut diperlukan adanya
kebebasan manusia untuk memilih alat-alat yang dibutuhkannya dengan tidak
mendapat rintangan dari orang lain. Dengan demikian manusia harus mempunyai
hak-hak.
b.
hak-hak asasi (hak-hak alam)
Dengan
adanya hukum alam diletakkan kewajiban-kewajiban, oleh karena itu manusia harus
mempunyai kekuasaan moral untuk memenuhinya dan untuk mencegah orang lain yang
hendak menghalang-halangi pelaksanaannya.
ciri
pokok hakikat HAM yaitu:
HAM
tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia
secara otomatis.
HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis,
pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.
HAM
tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau
melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara
membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM (Mansyur Fakih, 2003).
c.
Hak dan kekuasaan
Jika
bidang hak dipisahkan dari bidang moral, maka hak hanya dapat berpegang pada
kekuasaan fisik. Dengan demikian kekuasaan fisik juga disamakan dengan hak.
Tetapi hak dan kekuasaan itu tidak sama, karena dapat dipisahkan. Juga wewenang
moral belum merupakan kekuasaan fisik. Justru hak adalah pelindung tentang kekuasaan
yang sewenang-wenang.
Hak-hak
yuridis merupakan hak penuntutan. Hak-hak yuridis berhubungan dengan
benda-benda atau perbuatan-perbuatan lahiriah dan berasal dari keadilan pertukaran
atau keadilan hukum.
d.
Pengertian kewajiban
Kewajiban
dalam arti subyektif adalah keharusan moral untuk melakukan sesuatu atau
meninggalkannya. Kewajiban dalam arti obyektif adalah sesuatu yang harus
dilakukan atau ditinggalkan. Hak dibatasi oleh kewajiban, tidak ada hak tanpa
kewajiban dan takk ada kewajiban tanpa hak.
e.
Macam-macam kewajiban manusia
1.Kewajiban
terhadap Tuhan
2.Kewajiban
terhadap hidup sendiri(individu)
3.Kewajiban
terhadap masyarakat
f.
Kewajiban Sebagai Tanggung Jawab
Tanggung
jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan
terhadap seseorang. Kewajiban merupakan bandingan terhadap hak, namun dapat
juga tidak mengacu kepada hak. Maka tanggung jawab manusia dalam hal ini adalah
tanggung jawab terhadap kewajibannya. Setiap keadaan hidup menentukan kewajiban
tertentu. Status dan peranan juga menentukan kewajiban seseorang.
Ada
dua bagian atau dua kewajiban yang berbeda, yang pertama yaitu kewajiban
terbatas, adalah kewajiban yang tanggung jawabnya diberlakukan kepada setiap
orang, sama, tidak dibeda bedakan. Contohnya undang undang larangan mencuri,
membunuh, yang konsekuensinya tentu diberlakukan hukuman atas perbuatan
tersebut. Kemudian yang kedua yaitu kewajiban tidak terbatas, adalah kewajiban
yang tanggung jawabnya berlaku juga untuk semua orang. Namun tanggung jawab
terhadap kewajiban ini nilainya lebih tinggi, sebab dijalankan oleh suara hati,
seperti berbuat keadilan dan kebajikan.
2.4 Pengertian Tentang
Pengabdian/Pengorbanan
Manusia
di dalam hidupnya selaku makhluk Tuhan selain dibebani tanggung jawab, mendapat
hak dan juga mempunyai kewajiban, untuk melaksanakan hal-hal tersebut perlu pengabdian,
bahkan pengorbanan.
Pengertian
pengabdian menurut WJS. Poerwodarminto adalah perihal/hal-hal yang berhubungan
dengan mengabdi. Sedangkan mengabdi adalah suatu penyerahan diri, biasanya
dilakukan dengan ikhlas, bahkan diikuti pengorbanan. Dimana pengorbanan berarti
suatu pemberian untuk menyatakan kebaktian, yang dapat berupa materi, perasaan,
jiwa raga.
Hakekat pengabdian adalah merupakan usaha untuk memikul tanggung jawab dan
melaksanakan kewajiban sebagai manusia.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari
uraian di atas dapat di tarik suatu kesimpulan bahwa tanggung jawab dalam
konteks pergaulan manusia adalah suatu keberanian. Orang yang bertanggung jawab
adalah orang yang berani menanggung resiko atas segala hal yang menjadi
tanggung jawabnya. Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain,
adil, bijaksana, tidak pengecut dan mandiri.
Dengan
rasa tanggung jawab, orang yang bersangkutan akan selalu berusaha memenuhi
kewajibannya melalui seluruh potensi dirinya. Orang yang bertanggung jawab
adalah orang mau berkorban untuk kepentingan orang lain ataupun orang banyak.
Orang
yang bertanggung jawab dapat memperoleh kebahagiaan, sebab ia dapat menunaikan
kewajibannya dengan baik. Kebahagiaan tersebut dapat dirasakan oleh dirinya
sendiri ataupun oleh orang lain/banyak. Sebaliknya orang yang tidak bertanggung
jawab akan menghadapai kesulitan, sebab ia tidak melaksanakan kewajibannya
dengan baik dan tentunya tidak mengikuti aturan, norma serta nilai-nilai yang
berlaku.
3.2 Saran
Pada
hakekatnya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan
kedudukanya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia
harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian
manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung
jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsunggkan hidupnya
dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila semua tingkah laku dan perbuatannya
harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Penullis
menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dengan itu penulis
mohon kritik dan saran yang sekiranya membangun untuk kesempurnaan
penulisan makalah selanjutnya.
Daftar
Pustaka
Jablonski, N.G. & Chaplin, G. "Evolusi pewarnaan
kulit manusia." Catatan Teratur Evolusi Manusia 39 (2000)
57-106.
-
http://nak-baliparadise.blogspot.com/2012/06/manusia-dan-tanggung-jawab.html
- http://dicky_funny.tripod.com/tanggungjawab.html
sumber :
http://bacaebookgratis.wordpress.com/2011/06/03/9-manusia-dan-tanggung-jawab-2/